Acroyoga: Yang Perlu Dipahami Sebelum Mempraktikkannya

Yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukan Acroyoga

Acroyoga saat ini tengah populer. Sampai-sampai Anda mungkin ingin menjajal jenis yoga yang disebut-sebut merupakan perpaduan antara yoga dan akrobat ini. Rasanya dengan mengikuti tren melakukan gerakan yoga jenis ini, Anda bukan hanya menangkap momen, melainkan juga bisa memperoleh manfaat kesehatan yang diklaim tidak sedikit dari jenis olahraga yang satu ini. 

Sebenarnya, tidak ada masalah untuk ikut-ikutan melakukan acroyoga. Bagaimanapun, melakukan olahraga apapun bentuknya adalah pola hidup sehat yang mendukung kesehatan fisik maupun mental Anda. Acroyoga pun bisa menjadi pilihan yang baik asalkan dilakukan dengan tepat. 

Fakta-Fakta Acroyoga

Jadi, sebelum akhirnya mempraktikkan acroyoga, alangkah lebih baik Anda memahami beberapa hal dari jenis yoga yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipahami sebelum Anda memutuskan menjalankan acroyoga secara rutin. 

Terbentuk Mandiri di Dua Tempat 

Ketika mengulik soal acroyoga, Anda mungkin akan sedikit bingung mengenai bagaimana jenis yoga ini tercipta. Biasanya, ada dua versi penyebutan asal acroyoga, yaitu di Montreal, Kanada dan di San Francisco, Amerika Serikat. Keduanya benar karena kenyataannya, jenis yoga ini terbentuk mandiri di dua tempat tersebut. Pada tahun 199, Jessie Goldberg dan Eugene Poku mendirikan sekolah Acro Yoga Montreal di Kanada. Lalu pada tahun 2003, Jason Nemer dan Jenny Klein lah yang menciptakan sekolah Contract Acro. 

Bukan Yoga dan Akrobat 

Kebanyakan orang mengartikan acroyoga sebagai penggabungan yoga dan acrobat. Hal ini tidak sepenuhnya keliru karena memang pada dasarnya, gerakan acrobat dan konsep yoga dipakai dalam mempraktikkan jenis yoga yang satu ini. Akan tetapi, jangan lupakan bahwa acroyoga juga memasukkan seni penyembuhan dalam tiap gerakannya. Inilah yang pada akhirnya membuat gerakan yoga ini penuh manfaat, bukan hanya untuk otot dan sendi Anda. 

Mesti Dilakukan Berdua 

Anda tidak bisa melakukan yoga jenis ini secara sendirian. Ajaklah pasangan atau teman Anda untuk melakukan jenis olahraga ini bersamaan. Ini karena dalam tiap gerakan acroyoga, ada yang berperan sebagai penahan yang berada di posisi bawah dan penerbang yang berada di posisi atas. 

Tidak Harus Ukuran Serupa 

Anda mungkin berpikiran harus mencari partner setara untuk melakukan acroyoga. Khususnya, Anda mesti mencari pasangan dengan berat dan bentuk tubuh yang hampir sama agar gerakan-gerakan latihan yoga ini bisa terwujud dan efektif. Salah besar! Kenyataannya, tidak perlu ukuran yang serupa agar dua orang bisa melakukan gerakan-gerakan acroyoga! Orang kurus pun bisa mengangkat orang dengan berat badan berlebih pada olahraga ini. Asal Anda paham tekniknya, ukuran berat badan bukan persoalan besar. 

Terbagi Dua Bagian 

Latihan yoga jenis ini pada dasarnya dibagi menjadi dua bagian, yitu akrobatik dan terapi. Dalam latihan akrobatik, tiap orang memiliki tiga peran berbeda, yaitu sebagai penggerak atau penahan, penerbang atau yang digerakkan, serta spotter yang mengetahui konsep kedua peran lainnya. Namun pada sesi terapi, orang yang menerima terapi haruslah sebagai yang digerakkan. Sementara itu, pemberi terapi adalah yang menjadi penahan. 

Percaya Nomor Satu 

Gerakan-gerakan latihan fisik ini terlihat indah, namun sulit dilakukan. Gerakan tersebut baru bisa dilakukan asal Anda memiliki kepercayaan penuh terhadap partner Anda. Jangan ragu akan kemampuan pasangan yoga Anda. Sekali Anda menyelipkan keraguan, pada saat itulah Anda sudah gagal melakukan acroyoga. 

Keuntungan Fisik dan Mental 

Baik fisik maupun mental Anda akan memperoleh keuntungan ketika rutin menjalankan jenis yoga ini. Keuntungan dari jenis yoga ini yang paling sering disebut adalah mengurangi nyeri punggung dan nyeri. Padahal kenyataannya, lebih dari itu! Dengan latihan acroyoga secara teratur, Anda bisa lebih bisa mengontrol tekanan darah, kecemasan, juga stres. Alhasil, berbagai risiko penyakit kronis bisa diminimalkan. 

*** 

Jangan ragu mencoba acroyoga. Berpasanganlah dengan siapa saja dan pahami konsepnya dengan benar. Dengan demikian, jenis yoga ini akan benar-benar bermanfaat bagi Anda.

Tips Mengetahui Alat Antigen Baru Swab Antigen Bekasi

Bagaimana cara mengecek alat antigen yang digunakan untuk swab antigen Bekasi itu baru atau tidak alias tidak bekas sehingga hasil tes yang didapatkan benar-benar akurat?

Apalagi penggunaan alat antigen bekas malah akan mempermudah penyebaran virus Covid-19 karena alatnya sudah pasti tidak steril.

Selain itu, penggunaan alat antigen bekas juga akan menyebabkan hasil negatif palsu yang dapat berimbas pada proses kesembuhan penderita dan terhalangnya tracing kontak. Hal ini kemudian malah akan mengakibatkan infeksi virus semakin parah.

Mungkin itu yang sekarang Anda tanyakan terutama bagi Anda yang tinggal di Bekasi dan ingin keluar Bekasi untuk urusan bisnis dan liburan dengan rapid swab antigen sebagai syaratnya.

Berikut adalah tipsnya yang dihimpun dari berbagai sumber sehingga Anda tetap waspada dan tidak tertipu penggunaan alat antigen bekas.

Tips Mengetahui Alat Antigen Baru

Masih Rapi dan Tersegel

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah perhatian kondisi alat yang akan digunakan. Apabila alat antigen itu belum pernah digunakan sama sekali, biasanya akan dalam keadaan rapi dan tersegel.

Ini beda halnya dengan antigen bekas pakai yang sudah pasti terlihat tidak rapi dan sudah tidak tersegel sama sekali.

Masih dalam Keadaan Mulus

Hal kedua adalah perhatikan apakah alat tersebut masih dalam keadaan mulus. Biasanya jika belum pernah dipakai alat akan dalam kondisi yang demikian.

Namun jika alat sudah dalam keadaan tidak mulus alias rusak dari bungkus dan kemasan, Anda sudah mulai harus curiga.

Punya Izin Edar

Yang perlu Anda ketahui dan perhatikan saat melakukan swab antigen Bekasi, baik di rumah sakit, puskesmas, dan klinik adalah lihat apakah alat antigen yang digunakan mempunyai izin edar.

Kalau bukan bekas pakai, biasanya ia akan ada izin edar dan tentunya memiliki nomor izin edar tersebut dari Kementerian Kesehatan.

Perhatian Permukaan Warna Stik

Supaya alat antigen yang Anda gunakan itu benar-benar baru, coba perhatikan pada permukaan warna stik.

Alat baru biasanya mempunyai permukaan warna stik yang berwarna putih bersih, masih mulus atau tidak kelihatan bergerigi, dan tidak beraroma.

Tes Dilakukan di Tempat Terbuka

Tes antigen yang benar biasanya akan dilakukan di tempat terbuka, dan bisa diakses semua pihak sehingga Anda bisa melihat dengan jelas alat tes yang akan digunakan.

Petugas Tidak Membawa Alat

Setelah tes petugas biasanya akan membuang alat tes ke tempat sampah khusus. Ini merupakan standar operasional yang berlaku.

Karena itu, Anda perlu curiga jika setelah tes petugas malah membawa alat yang sudah dipakai tersebut ke mana-mana atau malah disembunyikan.

Jika Masih Ragu Apa yang Harus Dilakukan?

Anda tentu saja sudah mengetahui ciri-ciri alat antigen bukan bekas pakai atau tidak. Namun tetap saja Anda masih ragu sehingga masih merasa waswas.

Supaya perasaan tersebut hilang, Anda sebaiknya tidak ragu untuk bertanya langsung kepada petugas yang melakukan tes karena itu hak Anda sebagai konsumen.

Dengan begitu Anda yakin untuk melakukan tes sebagai salah satu upaya pencegahan dan deteksi dini Covid-19.

Penggunaan alat antigen baru ini tidak hanya bermanfaat untuk Anda namun juga bermanfaat bagi pemerintah untuk bisa memetakan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia dengan baik.

Untuk bisa mendapatkan swab antigen Bekasi terbaik, lakukanlah di rumah sakit, puskesmas, dan klinik yang benar-benar dipercaya dan terbukti kredibilitasnya.

Faktor-faktor yang Menyebabkan Masa Subur Setelah Nifas

Faktor-faktor yang Menyebabkan Masa Subur Setelah Nifas

Setelah melahirkan banyak wanita yang mengalami masa subur setelah nifas atau masa yang dihitung sejak melahirkan, dan biasanya terjadi selama 6 bulan. Dalam masa ini seorang wanita akan memulihkan kondisi tubuhnya pasca melahirkan sembari merawat si buah hati.

Mempunyai masa subur kembali alias hamil lagi setelah 6 bulan sebelumnya melahirkan tentunya merupakan suatu hal yang sangat mengesankan. Akan tetapi, dalam beberapa hal banyak wanita yang belum siap menerima hal tersebut.

Ketidaksiapan tersebut berkaitan dengan kondisi badan yang masih harus memulihkan diri, dan tentu saja faktor-faktor lain seperti biaya persalinan.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi?

Setelah melahirkan, wanita akan terus melanjutkan ovulasi dalam rentang waktu 45 hingga 94 hari, dan ini terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur untuk melakukan pembuahan.

Namun apabila tidak terjadi pembuahan dalam tubuh, sel telur tersebut tetap akan dikeluarkan tubuh bersama-sama dengan lapisan rahim, dan darah pada saat Anda mengalami periode menstruasi.

Secara biologis syarat wanita hamil adalah harus ada ovulasi dalam tubuhnya, dan hal tersebut ditandai dengan periode menstruasi yang teratur.

Dalam beberapa hal ovulasi pada seorang wanita bisa terjadi lebih cepat, dan tidak perlu menunggu setidaknya 6 minggu setelah melahirkan.

Faktor-faktor yang Menyebabkan

Sebagai seorang wanita yang sehabis melahirkan, Anda tentu perlu mengetahui beberapa faktor yang menyebabkan mengapa bisa hamil kembali setelah 6 bulan melahirkan. Berikut faktor-faktornya:

Menyusui

Banyak wanita yang dapat dengan cepat kembali melahirkan setelah masa nifas adalah karena mereka kurang menyusui si buah hati.

Karena diketahui menyusui merupakan cara untuk mengendalikan kehamilan kembali setelah melahirkan dengan memperpanjang siklus menstruasi.

Meski begitu, penundaan kehamilan melalui menyusui cukup bervariasi seperti pada faktor seberapa sering dan teratur bayi disusui dan berapa lama waktu tidur sang bayi. Lainnya adalah faktor lingkungan sekitar seperti gangguan tidur, penyakit, dan stres.

Agar menyusui terutama dengan menggunakan metode amenore laktasi efektif mencegah masa subur setelah nifas, Anda harus memerhatikan beberapa hal berikut:

  • Bayi berusia di bawah 6 bulan
  • ASI benar-benar eksklusif
  • Aktif menyusui di malam hari
  • Kegiatan menyusui setidaknya 6 kali sehari, dan
  • Menyusui minimal 60 menit sehari

Kembalinya Masa Subur

Masa subur seorang wanita sebenarnya cukup bervariasi, dan hal ini dapat muncul jika Anda menyusui bayi atau tidak sama sekali.

Karena menyusui terutama ASI dapat menekan ovulasi sehingga Anda tidak akan hamil lagi. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2011, rata-rata wanita dapat berovulasi kembali setelah melahirkan untuk wanita yang tidak menyusui adalah pada hari ke-74 setelah persalinan.

Tetapi, sekali lagi, hal tersebut sangat bervariasi, dan bergantung pada kondisi tubuh wanita yang telah melahirkan tersebut. Bahkan seorang wanita bisa saja berovulasi sebelum periode menstruasinya datang kembali, dan hal ini sering tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada ovulasi yang sedang dihindari.

Seperti itulah faktor-faktor yang memengaruhi adanya kehamilan kembali setelah melahirkan yang sering ditemui.

Ada baiknya untuk menunda dulu hal tersebut karena selain kondisi tubuh yang belum benar-benar pulih, bayi yang dilahirkan bisa prematur dengan berat badan yang rendah dan tidak normal.

Karena itu, tunggulah masa  24 bulan setelah melahirkan berdasarkan saran dari WHO untuk dapat mempunyai bayi lagi.

Selain dengan menyusui, cara mencegah masa subur setelah nifas lainnya dengan dengan menggunakan pil KB, kondom, atau menanamkan IUD di dalam rahim sehingga Anda pun tidak perlu khawatir saat berhubungan badan dengan pasangan setelah melahirkan.

Efek Samping Onani bagi Kesehatan, Bisa Picu Kanker!

Onani atau masturbasi pada pria merupakan kegiatan seksual yang normal dilakukan. Sebagian besar pria mengklaim bahwa onani membawa dampak positif pada kehidupan mereka. Namun jika dilakukan secara berlebihan onani akan menimbulkan dampak negatif. 

Ada banyak mitos dan rumor beredar mengenai dampak buruk onani. Simak artikel berikut untuk mengetahui efek samping onani bagi kesehatan tubuh.

Onani setiap hari bisa tergolong aman dan berbahaya

Efek samping onani bagi tubuh

Berikut beberapa efek samping onani bagi kesehatan tubuh.

  1. Menurunkan sensitivitas seksual

Salah satu efek samping onani yang telah terbukti adalah sulitnya mencapai ejakulasi. Pria yang melakukan onani beberapa kali sebelum berhubungan seksual akan kesulitan untuk mencapai ejakulasi selanjutnya dan mempertahankannya. Hal ini juga bisa terjadi jika melakukan onani secara agresif. 

Dampak serius lainnya adalah penis lebih sensitif terhadap sentuhan dari diri sendiri namun kurang responsif terhadap sentuhan orang lain. Sebaiknya istirahatkan penis selama 1-2 hari sebelum melakukan aktivitas seksual lainnya. 

  1. Risiko disfungsi ereksi

Ada kekhawatiran bahwa onani berlebihan dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah kondisi dimana pria tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi.

Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan masalah kesehatan tersebut. 

  1. Memicu ejakulasi dini

Overstimulasi saraf penis menyebabkan Anda sulit mengontrol pelepasan sperma, sehingga membuat Anda ejakulasi atau mengeluarkan sperma terlalu cepat. Namun ini hanyalah mitos karena onani tidak menyebabkan ejakulasi dini.

  1. Menyebabkan kerusakan otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masturbasi berlebihan dapat menyebabkan masalah neurologis yang parah pada pria. Namun penelitian tidak menemukan hasil yang sama. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. 

  1. Nyeri penis

Melakukan onani terlalu sering dalam jangka panjang atau masturbasi secara agresif dapat membuat penis terasa nyeri. Namun hal ini bisa diatasi dengan mengambil jeda waktu untuk beraktivitas seksual dan menggunakan pelumas.

  1. Kanker prostat

Beberapa penelitian menemukan bahwa pria yang berejakulasi lebih dari lima kali setiap minggu atau 21 kali per bulan memiliki risiko terkena kanker prostat yang lebih rendah. 

Namun penelitian lain mendapatkan hal yang berbeda. Pria yang sering dan secara teratur melakukan masturbasi bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Karena itu dibutuhkan penelitian lebih dalam untuk membuktikan efek samping tersebut.

Selain mempengaruhi kesehatan fisik, onani juga terbukti memiliki efek samping terhadap kesehatan mental, termasuk kurangnya kepuasan seksual, perasaan bersalah, dan kecanduan.

Cara mengurangi kecanduan masturbasi

Kecanduan masturbasi adalah perilaku atau kegiatan masturbasi secara berlebihan. Kecanduan masturbasi bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari kurang fokus dan terganggunya hubungan sosial. 

Untuk mengurangi kecanduan onani, Anda perlu mencari bantuan profesional dari dokter, konselor, atau terapis seks. Beberapa cara untuk mengurangi kecanduan masturbasi antara lain:

  • Terapi. Biasanya dilakukan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Penggunaan obat-obatan, terutama jika kecanduan disebabkan oleh depresi berat atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
  • Aktif secara fisik. Beberapa kegiatan yang membantu mengendalikan perilaku Anda antara lain lari, yoga, dan meditasi.
  • Bergabung dengan grup dukungan. Bertemu dengan orang yang memiliki masalah yang sama bisa saling membantu untuk keluar dari kebiasaan buruk tersebut. 
  • Ubah stigma. Onani merupakan kegiatan seks yang normal dan bukanlah hal yang buruk.

Catatan

Jika dilakukan secukupnya, onani bisa membantu mengatasi stres. Namun jika dilakukan secara berlebihan, efek samping onani bisa mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Ketahui Diagnosis dan Pengobatan Benjolan di Kulit

Ketahui Diagnosis dan Pengobatan Benjolan di Kulit

Benjolan di kulit adalah suatu kondisi yang mana terdapat suatu area pada permukaan kulit yang terangkat secara tidak normal. Kondisi ini dapat dibagi menjadi tiga kategori berbeda, yaitu:

  • Jinak: Tidak bersifat kanker dan tidak memerlukan pengobatan
  • Peradangan atau infeksi: Memerlukan dilakukan pengobatan tetapi tidak mengancam jiwa
  • Ganas: Benjolan yang muncul pada permukaan kulit, namun bersifat kanker dan memerlukan pengobatan dalam jangka pendek.

Diagnosis Benjolan di Kulit

Jika Anda memeriksakan diri ke dokter, maka dokter akan memberikan serangkaian pertanyaan untuk membantu mendiagnosis penyebab benjolan kulit Anda, seperti berikut ini.

  • Siapa yang pertama kali menemukan? 
  • Kapan Anda pertama kali menemukan benjolan tersebut?
  • Berapa banyak benjolan yang Anda miliki?
  • Apa warna, bentuk, dan tekstur pada benjolan?
  • Apakah benjolan tersebut terasa sakit?
  • Apakah Anda mengalami gejala lain yang menyertai, seperti gatal dan demam? 

Mengetahui warna dan bentuk benjolan dapat menjadi bagian penting dalam mendiagnosis penyebab atau pemicu gangguan kesehatan ini. 

Diskusikan benjolan kulit yang tidak biasa dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Anda mungkin memerlukan biopsi kulit jika benjolan Anda muncul tiba-tiba dan tanpa penjelasan. Biopsi adalah pengambilan sampel kecil jaringan kulit Anda. Dokter Anda dapat menguji sampel biopsi untuk sel kanker.

Perawatan untuk Mengobati Benjolan di Kulit

Benjolan di kulit ada yang bisa hilang dengan sendirinya, ada juga yang memerlukan pengobatan lebih lanjut. Berikut beberapa pendekatan pengobatan yang bisa dilakukan.

Perawatan Rumahan

Timbulnya rasa tidak nyaman atau sakit akibat pembengkakan kelenjar getah bening, kelenjar ludah yang membesar, atau ruam kulit yang disebabkan oleh infeksi virus dapat diatasi dengan menggunakan kompres es dan obat penurun demam.

Benjolan di kulit yang disebabkan oleh cedera biasanya dapat memudar dengan sendirinya saat pembengkakan mulai berkurang. Mengaplikasikan kompres es dapat mengurangi peradangan dan meredakan rasa sakit.

Obat Resep

Benjolan di kulit yang disebabkan karena infeksi atau abses terkadang membutuhkan antibiotik untuk mengobatinya. Dokter dapat meresepkan obat topikal untuk menghilangkan benjolan seperti jerawat, kutil, dan ruam. Salep dan krim kulit topikal yang diresepkan bisa mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida. Bahan-bahan ini diketahui dapat membantu mengurangi infeksi lokal dan bakteri yang ditemukan pada jerawat batu. Asam juga dapat membantu mengurangi jumlah kulit yang terbentuk di sekitar kutil.

Suntikan kortikosteroid adalah pengobatan yang mungkin dilakukan untuk benjolan di kulit yang meradang. Kortikosteroid adalah obat anti inflamasi yang kuat. Jerawat kistik, infeksi kulit umum, dan kista jinak adalah beberapa jenis yang dapat diobati dengan menggunakan suntikan kortikosteroid. Namun, suntikan ini dapat menimbulkan efek samping pada area di sekitar injeksi, termasuk:

  • infeksi
  • rasa sakit
  • kehilangan warna kulit
  • menyusutnya jaringan lunak.

Untuk alasan ini dan banyak lagi, suntikan kortikosteroid umumnya digunakan tidak lebih dari beberapa kali dalam setahun.

Operasi

Benjolan pada permukaan kulit yang menyebabkan rasa sakit terus-menerus atau berbahaya bagi kesehatan memerlukan perawatan medis yang lebih invasif. Munculnya benjolan mungkin memerlukan tindakan operasi pengangkatan meliputi:

  • bisul
  • jagung
  • kista
  • tumor atau tahi lalat kanker
  • abses

Pada umumnya, kondisi ini bukan merupakan masalah yang cukup serius. Pengobatan yang harus dilakukan hanya diperlukan jika benjolan tersebut sudah terasa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Oleh karena itu, jika benjolan di kulit sudah mengkhawatirkan, Anda bisa berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.