Efek Samping Onani bagi Kesehatan, Bisa Picu Kanker!

Onani atau masturbasi pada pria merupakan kegiatan seksual yang normal dilakukan. Sebagian besar pria mengklaim bahwa onani membawa dampak positif pada kehidupan mereka. Namun jika dilakukan secara berlebihan onani akan menimbulkan dampak negatif. 

Ada banyak mitos dan rumor beredar mengenai dampak buruk onani. Simak artikel berikut untuk mengetahui efek samping onani bagi kesehatan tubuh.

Onani setiap hari bisa tergolong aman dan berbahaya

Efek samping onani bagi tubuh

Berikut beberapa efek samping onani bagi kesehatan tubuh.

  1. Menurunkan sensitivitas seksual

Salah satu efek samping onani yang telah terbukti adalah sulitnya mencapai ejakulasi. Pria yang melakukan onani beberapa kali sebelum berhubungan seksual akan kesulitan untuk mencapai ejakulasi selanjutnya dan mempertahankannya. Hal ini juga bisa terjadi jika melakukan onani secara agresif. 

Dampak serius lainnya adalah penis lebih sensitif terhadap sentuhan dari diri sendiri namun kurang responsif terhadap sentuhan orang lain. Sebaiknya istirahatkan penis selama 1-2 hari sebelum melakukan aktivitas seksual lainnya. 

  1. Risiko disfungsi ereksi

Ada kekhawatiran bahwa onani berlebihan dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi adalah kondisi dimana pria tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi.

Namun, hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan masalah kesehatan tersebut. 

  1. Memicu ejakulasi dini

Overstimulasi saraf penis menyebabkan Anda sulit mengontrol pelepasan sperma, sehingga membuat Anda ejakulasi atau mengeluarkan sperma terlalu cepat. Namun ini hanyalah mitos karena onani tidak menyebabkan ejakulasi dini.

  1. Menyebabkan kerusakan otak

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masturbasi berlebihan dapat menyebabkan masalah neurologis yang parah pada pria. Namun penelitian tidak menemukan hasil yang sama. Untuk itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya. 

  1. Nyeri penis

Melakukan onani terlalu sering dalam jangka panjang atau masturbasi secara agresif dapat membuat penis terasa nyeri. Namun hal ini bisa diatasi dengan mengambil jeda waktu untuk beraktivitas seksual dan menggunakan pelumas.

  1. Kanker prostat

Beberapa penelitian menemukan bahwa pria yang berejakulasi lebih dari lima kali setiap minggu atau 21 kali per bulan memiliki risiko terkena kanker prostat yang lebih rendah. 

Namun penelitian lain mendapatkan hal yang berbeda. Pria yang sering dan secara teratur melakukan masturbasi bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Karena itu dibutuhkan penelitian lebih dalam untuk membuktikan efek samping tersebut.

Selain mempengaruhi kesehatan fisik, onani juga terbukti memiliki efek samping terhadap kesehatan mental, termasuk kurangnya kepuasan seksual, perasaan bersalah, dan kecanduan.

Cara mengurangi kecanduan masturbasi

Kecanduan masturbasi adalah perilaku atau kegiatan masturbasi secara berlebihan. Kecanduan masturbasi bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari, mulai dari kurang fokus dan terganggunya hubungan sosial. 

Untuk mengurangi kecanduan onani, Anda perlu mencari bantuan profesional dari dokter, konselor, atau terapis seks. Beberapa cara untuk mengurangi kecanduan masturbasi antara lain:

  • Terapi. Biasanya dilakukan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
  • Penggunaan obat-obatan, terutama jika kecanduan disebabkan oleh depresi berat atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
  • Aktif secara fisik. Beberapa kegiatan yang membantu mengendalikan perilaku Anda antara lain lari, yoga, dan meditasi.
  • Bergabung dengan grup dukungan. Bertemu dengan orang yang memiliki masalah yang sama bisa saling membantu untuk keluar dari kebiasaan buruk tersebut. 
  • Ubah stigma. Onani merupakan kegiatan seks yang normal dan bukanlah hal yang buruk.

Catatan

Jika dilakukan secukupnya, onani bisa membantu mengatasi stres. Namun jika dilakukan secara berlebihan, efek samping onani bisa mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *